Pemprov Maluku Utara Buka Lomba Tari Kontemporer, Angkat Keunikan Burung Bidadari Halmahera

Poster lomba tari kontemporer

Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pariwisata resmi membuka pendaftaran Lomba Penciptaan Tari Kontemporer bertajuk “Dari Hutan, ke Laut, Menjaga Kehidupan”. Kompetisi tahun 2026 ini mengangkat tema “Inspirasi Tubuh dan Ekologi Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii)”.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi sanggar seni dan komunitas tari di Maluku Utara untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati daerah melalui karya tari kontemporer.

Burung Bidadari Halmahera yang merupakan satwa endemik Maluku Utara menjadi sumber inspirasi utama dalam penciptaan koreografi. Keunikan gerak, karakter, dan habitat burung tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi ekspresi artistik yang sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kompetisi ini, peserta didorong mengembangkan tiga aspek utama penciptaan karya. Pertama, dramaturgi tubuh bidadari, yakni mengolah karakter dan gerak khas burung bidadari menjadi bahasa gerak tari kontemporer.

Kedua, konektivitas ekologi dengan mengangkat keterkaitan ekosistem hutan, pesisir, hingga lautan sebagai satu kesatuan penopang kehidupan di Maluku Utara.

Ketiga, kolaborasi lintas disiplin melalui perpaduan seni tari, musik yang dimainkan secara langsung (live performance), serta kriya kostum berbahan lokal yang ramah lingkungan.

Lomba ini terbuka bagi seluruh sanggar seni dan komunitas tari yang berdomisili di Provinsi Maluku Utara. Setiap kelompok wajib mengikutsertakan 5 hingga 7 orang penari dengan rentang usia 17–24 tahun.

Poster lomba tari kontemporer

Adapun karya tari yang diperlombakan harus memiliki durasi pertunjukan antara 7 hingga 10 menit. Musik pengiring wajib dimainkan secara langsung dengan memadukan instrumen tradisional, etnik, maupun eksplorasi musik elektronik.

Peserta juga diwajibkan menghadirkan kostum dan atribut tari yang merepresentasikan karakter Burung Bidadari Halmahera serta lanskap alam Maluku Utara. Dalam proses penciptaannya, peserta didorong melibatkan pengrajin lokal dan memanfaatkan material yang ramah lingkungan.

Selain memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah, seluruh kelompok peserta juga berkesempatan mengikuti workshop eksklusif. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan dan kemampuan peserta dalam mengembangkan koreografi kontemporer serta dramaturgi pertunjukan.

Pendaftaran dibuka secara daring mulai 5 hingga 15 November 2026. Sanggar seni dan komunitas tari yang berminat dapat melakukan registrasi melalui tautan resmi berikut:

https://forms.gle/5veXkboZmmVW3Hn27

Melalui kompetisi ini, seni tari diharapkan tidak hanya menjadi medium ekspresi dan kreativitas, tetapi juga sarana menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Maluku Utara.

Para koreografer, penari, dan komunitas seni diharapkan dapat mengambil bagian dalam ajang tersebut dengan menghadirkan karya yang menghubungkan kreativitas, budaya lokal, dan kepedulian terhadap keberlangsungan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like