Tidore – Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Gurabunga menawarkan pengalaman wisata yang memadukan kesejukan pegunungan, keindahan alam, serta kekayaan tradisi masyarakat Tidore. Terletak di kawasan Gunung Kie Matubu, desa ini menjadi salah satu destinasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agro wisata berbasis masyarakat.
Nama Gurabunga berasal dari bahasa Tidore yang berarti kebun bunga. Nama tersebut bukan sekadar sebutan, melainkan gambaran suasana desa. Ketika memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut deretan bunga yang tertata rapi di sepanjang tepi jalan, menambah keasrian lingkungan pedesaan.
Untuk mencapai Desa Gurabunga, wisatawan dapat menggunakan angkutan umum dari Kota Soasio. Perjalanan menuju desa ini menawarkan pengalaman tersendiri karena pengunjung akan melewati kawasan pegunungan dengan suasana yang semakin sejuk.
Di balik keindahan alamnya, Gurabunga juga menyimpan sejarah panjang. Konon, keberadaan desa ini bermula dari sebuah danau yang dalam bahasa Tidore disebut gurua. Seiring waktu, danau tersebut mengering. Masyarakat sekitar kemudian memanfaatkan kawasan itu sebagai tempat bercocok tanam hingga akhirnya menetap dan membentuk permukiman.
Sejarah Gurabunga juga tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Kesultanan Tidore. Pada masa lalu, hubungan antara desa ini dan kesultanan terjalin sangat erat. Jika Tidore menjadi pusat pemerintahan kerajaan, Gurabunga dikenal sebagai pusat spiritual Kesultanan Tidore.
Jejak hubungan tersebut masih dapat ditemukan melalui keberadaan rumah-rumah adat Folajikosarabi. Rumah adat ini menjadi bagian penting dari kehidupan adat masyarakat Gurabunga dan berkaitan dengan keberadaan para sowohi, yakni pemangku atau petinggi adat yang memiliki kedudukan penting dalam struktur tradisi Kesultanan Tidore, sejajar dengan Raja Tidore dalam tatanan adat.
Selain mengenal warisan sejarah dan budaya, wisatawan juga dapat menikmati suasana pedesaan yang bersih, sejuk, dan tertata rapi. Lingkungan yang dikelilingi kawasan pegunungan menjadikan Gurabunga cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari aktivitas perkotaan.
Panorama alam menjadi daya tarik lainnya. Dari desa ini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan laut biru yang membentang luas. Bahkan, Pulau Halmahera terlihat dari kawasan Gurabunga ketika kondisi cuaca mendukung.
Potensi tersebut menjadikan Gurabunga lebih dari sekadar destinasi wisata alam. Perpaduan kebun bunga, lingkungan pertanian, kehidupan masyarakat, rumah adat, dan panorama pegunungan membuka peluang pengembangan wisata berbasis pengalaman atau community-based tourism.
Melalui konsep agro wisata, aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat dapat menjadi bagian dari daya tarik kunjungan. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga berkesempatan mengenal komoditas lokal, aktivitas bercocok tanam, serta kearifan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tradisi.
Pengembangan wisata berbasis masyarakat juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari penyediaan produk pertanian, kuliner lokal, hingga jasa wisata dan pengelolaan destinasi.
Dengan kekayaan alam dan nilai sejarah yang dimiliki, Gurabunga menyimpan potensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kota Tidore Kepulauan. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda: menikmati alam pegunungan sekaligus mengenal lebih dekat akar sejarah dan tradisi masyarakat Tidore.***