Bangga! Generasi Muda Obi Ikut Wisuda PELITA di Kantor Gubernur Maluku Utara

Para wisudawan Program PELITA yang berasal dari Pulau Obi, Halmahera Selatan, merayakan wisuda di depan Kantor Gubernur Maluku Utara.

Sofifi — Pagi itu menjadi pengalaman yang berbeda bagi belasan anak muda asal Pulau Obi, Halmahera Selatan. Dengan mengenakan pakaian terbaik, mereka datang ke Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi untuk mengikuti wisuda program Pelatihan Keterampilan Pemuda Obi (PELITA) Batch IV dan V.

Bagi mereka, hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan. Setelah menjalani rangkaian pelatihan, mereka akhirnya berdiri di sebuah tempat yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara, membawa keterampilan yang diharapkan menjadi bekal untuk melangkah ke dunia kerja.

Salah satunya Dede Devril, pemuda asal Desa Kawasi, Pulau Obi, peserta PELITA Batch IV. Ia mengaku senang dapat hadir dalam wisuda tersebut, terlebih acara turut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Harita Nickel.

“Hari ini saya senang sekali berada di Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi, menghadiri wisuda PELITA Batch IV dan V, yang turut dihadiri Gubernur Sherly Tjoanda dan Harita Nickel,” ujar Dede.

Selama mengikuti PELITA, Dede mempelajari pengoperasian overhead crane. Ia juga mendapatkan pembelajaran mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Bagi Dede, dua hal tersebut menjadi bekal penting untuk mempersiapkan diri memasuki dunia industri.

“Saya senang bisa belajar pengoperasian overhead crane, kemampuan yang sangat penting untuk bisa berkarya di industri nikel. Selain itu saya juga belajar tentang K3, kunci penting juga bagi saya untuk ke depannya bisa bekerja dengan aman,” katanya.

Kebanggaan serupa dirasakan peserta lainnya, Sri Ayuni Zakaria. Baginya, kesempatan mengikuti PELITA bukan hanya tentang mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga tentang kesempatan bagi anak-anak muda di Pulau Obi untuk berkembang.

“Saya bangga bisa ikut PELITA karena selama pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu dan keterampilan baru. Saya juga berterima kasih kepada Harita Nickel yang sudah mau aktif membangun dan memberikan kesempatan kepada kami, generasi muda Pulau Obi. Semoga ke depan semakin banyak anak muda Obi yang bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri seperti kami,” ujarnya.

Apresiasi Pemerintah

PELITA merupakan upaya Harita Nickel meningkatkan keterampilan teknis masyarakat di sekitar area operasional perusahaan di Halmahera Selatan, khususnya Pulau Obi.

Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan vokasi yang membekali mereka dengan keterampilan teknis sekaligus pemahaman mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 

Bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pengembangan keterampilan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun daerah. Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengapresiasi program PELITA dan para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

“Saya mengapresiasi Harita Nickel yang telah memberikan beasiswa vokasi PELITA. Selamat untuk anak-anak yang telah menyelesaikan studinya,” ucap Sarbin.

Sarbin menjelaskan, selaras dengan arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, pemerintah membutuhkan investor sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Di sisi lain, investor juga diharapkan menjadi bagian dari masyarakat.

Karena itu, menurut Sarbin, kehadiran dunia usaha memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Bekal untuk Pulang

Bagi anak-anak muda dari Pulau Obi itu, wisuda di Sofifi menjadi sebuah pengalaman yang mungkin akan mereka ingat dalam waktu lama. Mereka datang sebagai peserta pelatihan. Setelah menyelesaikan proses belajar, mereka pulang membawa keterampilan dan pengetahuan baru.

Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat Maluku Utara dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

“Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah tempat tumbuh dan membangun masa depan bersama. Investasi pada kapasitas generasi muda menjadi prioritas agar mereka mampu mengambil peran dalam masa depan daerahnya,” kata Roy.

Dari Sofifi, mereka kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Yang dibawa bukan hanya sertifikat kelulusan, tetapi juga keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk mencari kesempatan, bekerja, dan berkembang. Bagi anak-anak muda Pulau Obi itu, satu hari di Kantor Gubernur Maluku Utara telah menjadi penanda bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like