TERNATE – Musyawarah Daerah (Musda) BPD HIPMI Maluku Utara kembali memanas setelah muncul tudingan terhadap salah satu senior organisasi, Boy Sangaji. Salah satu tim pemenangan calon ketua umum menyampaikan bahwa Boy Sangaji dinilai bersikap tidak netral dan turut mencampuri proses musda.
Menurut pernyataan resmi dari ketua salah satu tim pemenangan, Boy Sangaji disebut menunjukkan keberpihakan secara terbuka kepada salah satu kandidat. Mereka menilai hal itu tidak sejalan dengan etika seorang senior organisasi, terlebih ketika yang bersangkutan juga disebut-sebut ikut berperan sebagai mediator dalam proses pembukaan musda.
“Kami menghormati semua senior HIPMI, termasuk Bang Boy. Namun keberpihakan terbuka kepada salah satu calon membuat posisi beliau tidak tepat untuk ikut memediasi jalannya musda. Kalau sudah berpihak, idealnya berada di luar forum, bukan ikut mengatur jalannya proses,” ujar ketua tim tersebut.
Tudingan ini memicu perdebatan internal, terutama terkait batasan peran senior dalam dinamika musda. Sejumlah pihak dalam HIPMI Maluku Utara menilai bahwa keterlibatan senior diperlukan untuk menjaga stabilitas organisasi, sementara pihak lainnya menegaskan bahwa netralitas adalah prinsip penting dalam forum pemilihan.
Hingga berita ini diterbitkan, Boy Sangaji belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Panitia Musda juga belum mengeluarkan klarifikasi mengenai peran dan posisi para senior dalam forum musda tahun ini.
Musda BPD HIPMI Maluku Utara dijadwalkan kembali dilanjutkan setelah sejumlah penyesuaian teknis dan evaluasi internal dilakukan oleh panitia.*