MABA, Malut Story – PT Nusa Karya Arindo (NKA) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan laut melalui kegiatan transplantasi terumbu karang.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi wilayah perairan yang mengalami dampak antropogenik tinggi atau kondisi terumbu karang rusak berat, tetapi juga diarahkan pada pengkayaan ekosistem di wilayah laut yang masih berada dalam kondisi normal.
Melalui program ini, Manager HSE Resanto Budi Hartono menjelaskan Kegiatan transplantasi terumbu karang bertujuan untuk menambah variasi habitat di perairan laut, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap keberadaan dan keberlanjutan biota laut di sekitarnya. Dengan bertambahnya struktur habitat buatan yang menyerupai terumbu alami, ekosistem laut menjadi lebih kompleks dan mendukung kehidupan organisme laut secara lebih optimal.
“Manfaat utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan habitat baru bagi berbagai biota laut, seperti ikan karang dan organisme bentik (bentos),” ujarnya.
Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area transplantasi karang juga kerap menjadi lokasi kemunculan biota laut lainnya, antara lain cumi-cumi, penyu, hingga lumba-lumba, yang menandakan meningkatnya kualitas ekosistem perairan.
“Media transplantasi yang dipasang turut mendukung proses rekruitmen alami, di mana mulai tumbuh berbagai organisme seperti alga, karang keras, soft coral, serta epifit. Hal ini menunjukkan bahwa struktur transplantasi mampu berfungsi sebagai substrat alami yang mendukung regenerasi ekosistem laut secara berkelanjutan,” jelasnya.
Secara umum, kata dia, kegiatan transplantasi terumbu karang memberikan dampak positif terhadap perairan laut di sekitar area pemasangan.
“Ekosistem menjadi lebih kaya, produktivitas perairan meningkat, serta aktivitas organisme laut menjadi lebih dinamis. Kondisi ini menimbulkan efek mata rantai ekologi yang signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut,” tuturnya.
Dirinya, menegaskan bahwa kegiatan transplantasi terumbu sebagai investasi jangka panjang bernilai ekologis tinggi bagi keberlanjutan lingkungan laut dan generasi mendatang.(*)