MABA, MS – Ketua Komisi II DPRD Halmahera Timur (Haltim) M. Sabudi Darmawan akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang dirilis Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Haltim (IKPM-HT) Yogyakarta yang menuding Komisi II mengabaikan undangan dialog IKPM- HT yang dilaksanakan di Yokyakarta.
Kepada Wartawan media ini, Sabudi menjelaskan jika DPRD secara kelembagaan maupun komisi II selalu memberikan support atas kegiatan apapun yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Halmahera Timur.
“Saya ingin tegaskan bawa Komisi II tidak pernah mengabaikan kegiatan apapun selama itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Sabudi, kepada media ini kamis (15/01/2026).
Kata dia, tudingan sekretaris IKPM-HT, Yudis Kamah, melalui sejumlah media online sangat menyesatkan sehingga perlu di luruskan, bahkan dirinya meminta agar IKPM-HT tidak tendensius atau menyudutkan DPRD secara kelembagaan.
“Faktanya atas undangan dialog oleh IKPM-HT Yogyakatra itu Komisi II berangkat kesana, namun karena gangguan cuaca yang buruk pesawat kami delay beberapa jam, saya dan dua anggota lainya terlambat dalam dialog itu,” jelasnya.
Meskipun terlambat, menurutnya kegiatan dialog itu di hadiri oleh Ketua DPRD Idrus E Maneke dan salah satu anggota komisi II Hi Daud M. Ali yang saat kegiatan berada di Jakarta, sehingga dengan demikian ada perwakilan DPRD terutama komisi II dalam kegiatan tersebut.
“Bahkan setelah pesawat landing kami langsung bergegas ke arena kegiatan karena terburu buru, pasca dialog malamnya kami komisi II bersama mahasiswa IKPM-HT bahkan berdiskusi kedai kopi sampai jam 01.00, sehingga saya beranggapan sudah tidak ada masalah lagi,”ungkap Sabudi.
Ketua DPC Garuda itu juga menambahkan, pada rabu pagi, dirinya di WA salah satu mahasiswa yang mengajaknya untuk “ngopi” tanpa keteragam lanjutan. Namun karena punya kesibukan lain dirinya menyampaikan belum berkesempatan.
“Salah satu Mahasiswa WA ke saya ajak ngopi, dan di pesan itu tidak ada keterangan apakah mau diskusi atau seperti apa, makanya saya sampaikan saya ada kesibukan lain dan sehingga belum bisa ikut. Namun yang di muat dalam media bahwa saya di Wa ngopi untuk berdiskusi tentang transmigrasi Maba Utara dan saya menolak, padahal kronologisnya tidak seperti itu, makannya saya harus jelaskan agar tidak timbul fitnah yang merugikan nama lembaga DPRD maupun saya selaku ketua Komisi II ,” ungkapnya.
Sementara itu, Sabudi menegaskan jika Komisi II tetap membuaka diri dengan siapapun yang ingin berdialog untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Halmahera Timur.
“Karena itu tugas kami selaku anggota DPRD, kami juga berkepentingan untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat ataupun mahasiswa, karena mungkin dalam menjalakan tugas ada yang luput dan sebagainya, kami tetap terbuka selama itu untuk kemajuan Halmahera Timur,” pungkasnya menutup.(red)