Jailolo – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor menyusul eskalasi bencana yang meluas di wilayah Ibu dan Loloda. Keputusan krusial ini diambil setelah bencana tersebut dilaporkan menelan korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Bupati Halmahera Barat, James Uang, dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda di Ruang Rapat Bupati, Kamis (8/1), mengumumkan bahwa status tanggap darurat akan berlaku selama tujuh hari ke depan.
Untuk memastikan penanganan berjalan taktis, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi yang dipimpin oleh unsur Forkopimda. Dandim 1501 Ternate/Halbar, Kolonel Infanteri Jani Setiadi, ditetapkan sebagai Ketua Satgas. Ia didampingi Kapolres Halbar AKBP Teguh Patriot dan Kajati Halbar Fahri sebagai Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.
“Koordinasi ke depan akan dipimpin langsung oleh ketiga pimpinan lembaga tersebut guna menjamin penanganan yang solid dan terukur,” ujar Bupati James.
Duka mendalam menyelimuti wilayah Loloda setelah Bupati mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Seorang nenek dan cucunya dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Hingga saat ini, data sementara mencatat lima kecamatan terdampak parah meliputi Kecamatan Sahu, Ibu Selatan, Ibu, Tabaru, dan Loloda.
“Total pengungsi di lima kecamatan mencapai 3.444 jiwa. Untuk kerusakan infrastruktur, pendataan masih terus diperbarui mengingat luasnya cakupan wilayah terdampak,” tambah James.
Ketua Satgas, Kolonel Inf Jani Setiadi, menegaskan prioritas utama tim adalah memulihkan akses jalan yang terputus total akibat longsor, khususnya di wilayah Loloda. Tim sedang berkoordinasi dengan BPBD untuk mobilisasi alat berat ke lokasi-lokasi krusial.
“Fokus kami adalah memastikan tidak ada masyarakat yang terisolir. Akses harus terbuka agar logistik bisa masuk segera,” tegas Jani. Ia menambahkan bahwa penyaluran sembako dari Pemkab, Pemerintah Provinsi, maupun pihak swasta telah mulai didistribusikan hari ini.
Wakil Ketua I Satgas, AKBP Teguh Patriot, memastikan personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga di tenda-tenda darurat. Selain aspek keamanan, Satgas juga melakukan terobosan dalam pemenuhan konsumsi.
Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi agar alokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dialihkan sementara untuk menjamin asupan pangan para pengungsi di titik-titik evakuasi.*